Berwisata dan Berkarya di Desa Karanganyar, Borobudur
Share
Share
Share

Berwisata dan Berkarya di Desa Karanganyar, Borobudur

12 December 2020 By eric theo

Share
Share
Share

Bumi Indonesia memang diberkahi dengan alam dan isinya yang indah. Tidak heran jika orang menyebut Indonesia sebagai tanah surga. Hebatnya lagi, kekayaan alam ini disulap oleh tangan-tangan kreatif masyarakatnya menjadi suatu buah karya yang berguna. Contohnya masyarakat di kawasan sekitar Candi Borobudur. 

Candi Borobudur sendiri merupakan candi umat Buddha yang telah berdiri selama lebih dari seribu tahun. Candi yang menjadi destinasi wisata favorit wisatawan ini dikelilingi oleh banyak desa wisata. Salah satu desa yang paling tersohor adalah Desa Karanganyar. 

Di desa ini, khususnya di Dusun Banjaran I/Klipoh, masyarakatnya telah secara turun temurun terkenal dengan kreativitasnya mengubah tanah liat menjadi kerajinan gerabah. Konon katanya, masyarakat desa ini telah aktif membuat gerabah bahkan sebelum candi tersebut berdiri. Dugaan tersebut tercermin dari adanya relief di Candi Borobudur yang menggambarkan pembuatan gerabah.

Desa Karanganyar terletak sekitar 6 km sebelah barat dari kawasan Candi Borobudur. Desa yang diberkahi latar berupa keindahan Gunung Menoreh ini merupakan rumah dari Karanganyar Pottery Academy. Di tempat ini, Wonderer bisa belajar membuat kerajinan gerabah langsung dari ahlinya yang sehari-hari memang membuat gerabah. Di musim kemarau, aktivitas membakar dan membuat kerajinan gerabah bahkan dapat dilakukan hampir setiap hari.

Salah satu rumah di Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, yakni Sanggar Arum sejak 2004 membuka workshop bagi para wisatawan yang datang berkunjung. Jenis-jenis gerabah tradisional dari tempat ini adalah cobek, cuwo, anglo, pengaron, kuali, wajan, piring, dan masih banyak lagi. Tidak hanya dari Indonesia, namun yang berkunjung untuk membuat gerabah juga datang dari mancanegara.

Selain gerabah, masyarakat Desa Karanganyar juga kreatif dengan bambu. Adalah Dusun Ngadiwinatan II yang letaknya hanya 1 km dari Dusun Klipoh. Dusun ini terkenal sebagai penghasil kerajinan ukir dan anyaman bambu. Sebagai dusun yang juga tersohor dengan tahu tradisionalnya, Dusun Ngadiwinatan II juga terkenal sebagai sentra pembuat bronjong. Bronjong adalah saringan tahu tradisional berbahan bambu dan berdiameter 1 meter.

Keasyikan bikin gerabah dan berburu anyaman bambu sampai lupa waktu? Tidak masalah, Wonderer. Di desa Karanganyar juga terdapat penginapan dan tempat makan kok. Sekalian kan, kamu bisa merasakan indahnya pagi di desa yang masih asri ini. (HA)