Borobudur: Menyambut Mentari Pagi Hingga Menyelami Sejarah dan Filosofi
Share
Share
Share

Borobudur: Menyambut Mentari Pagi Hingga Menyelami Sejarah dan Filosofi

Share
Share
Share

Dikenal sebagai salah satu Candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur juga tampil sebagai destinasi wisata. Pengunjungnya tak hanya untuk wisata religi, yang datang pun tak cuma dari dalam negeri. Candi yang dibangun sekitar abad ke-9 ini juga menjadi tempat yang apik untuk menikmati mentari pagi dilanjutkan dengan menyelami sejarah dan filosofi.

Situs warisan dunia oleh UNESCO ini terletak di Magelang, Jawa tengah. Lokasinya tak jauh dari Yogyakarta yang kerap menjadi tujuan utama wisatawan domestic maupun mancanegara. 

Saat Wonderer berkunjung ke sini, pastikan kamu menggunakan pakaian yang sopan dan nyaman. Karena meski sudah menjadi destinasi wisata, Candi Borobudur tetaplah rumah ibadah. Apabila kamu mengenakan celana atau rok di atas lutut, maka saat masuk kawasan candi kamu akan diberi sarung dan diminta untuk memakainya.

 

Jadi destinasi untuk menyambut mentari pagi

Candi Borobudur cocok untuk disinggahi pada jam berapapun selama waktu operasionalnya. Namun waktu terbaik adalah saat menjelang fajar. Pengelola Candi Borobudur memiliki paket wisata tersendiri bagi kamu para pecinta matahari pagi.

Pemandangan matahari terbit di atas Candi Borobudur begitu syahdu. Matahari muncild ari balik bukit yang dihiasi pepohonan. Tak jarang pengunjung mengabadikanya dari sela-sela stupa maupun dari balik arca. Menambah kesan magis di pagi hari.

 

Menapaki sejarah dari candi yang penuh filosofi

 

Berkunjung ke Candi Borobudur sebaiknya menggunakan jasa pemandu. Mereka akan menjelaskan cerita-cerita yang tergambar pada relief yang menghiasi dinding candi maupun kisah-kisah filosofis pada bangunan candi itu sendiri.

 

Candi Borobudur dibangun dengan gaya Mandala. Dalam agama Buddha, mandala berisi kotak dan lingkaran di dalam lingkaran utama itu sendiri. Setiap kotak dan lingkaran di dalam mandala memiliki maknanya tersendiri. Jika kamu melihat dengan seksama seperti ada 3 zona, dari yang paling bawah hingga yang tinggi. Paling atas terdapat Stupa utama yang begitu besar berbentuk lingkaran.

 

Untuk zona pertama yang paling bawah di sebut Kamadhatu, dengan relief ukiran menceritakan mengenai sifat dan nafsu manusia. Zona kedua adalah Rupadhatu, relief yang menggambarkan saat manusia telah dibebaskan dari urusan dunia. Sedangkan zona ketiga adalah Arupadhatu, alam tertinggi dimana dewa bersemayam. Kamu dapat berkeliling pada setiap zona dan melihat perbedaan relief yang ada. 

 

Saat mengunjungi Candi Borobudur, jangan lupa untuk kunjungi 2 museum yang berada di kawasan candi. Ada Museum Samudera Raksa yang berisi sejarah kemaritiman nusantara Museum Karmawibhangga yang menyimpan koleksi benda purbakala serta memberikan informasi tentang Candi Borobudur, bahkan kamu juga dapat menemui patung Buddha di museum itu. 



Banyak cerita yang tersimpan di Candi ini. Wonderer harus menjelajahinya sendiri sambil merasakan sensasi magis kala matahari terbit di pagi hari. Di luar kompleks Candi Borobudur, Wonderer juga dapat napak tilas sejarah di candi lain seperti Candi Pawon dan Candi Mendut.

 

Oh iya, Kawasan Borobudur tak hanya menyajikan wisata Candi. Singgahi juga desa-desa wisata yang ada di sekitar nya. Bahkan kamu juga bisa mengeksplorasi potensi wisata alam seperti air terjun yang letaknya tak jauh dari kompleks candi. (DPS)


Wonderin

Daftar Travel Agen terbaik ke Borobudur

Daftar Travel Agen terbaik ke Borobudur

Komentar

Silahkan Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Login