Uniknya Desa Warloka, Jual-Beli Pakai Sistem Barter
Share
Share
Share

Uniknya Desa Warloka, Jual-Beli Pakai Sistem Barter

30 June 2020 By Tomy Tresnady

Share
Share
Share

Desa Warloka (Foto: Wonderin)

Wonderer sempatkan juga datang ke Desa Warloka di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Desa ini punya keunikan selain keindahan alamnya. Ada tiga kampung di desa ini hidup harmonis meskipun berbeda agama.

Tiga kampung itu adalah Kampung Warloka yang 100 persen beragama Islam, sedangkan Kampung Kenari dan Kampung Cumbi memeluk Katolik.

Profesi warga yang mendiami tiga kampung itu juga berbeda. Kampung Warloka sebagian besar mata pencahariannya nelayan.

Desa Warloka (Foto: Wonderin)

Sedangkan Kampung Cumbi dan Kampung Kenari berada di wilayah pedalaman sehingga mereka membuka kebun sebagai mata pencahariannya.

Ada yang unik nih Wonderer. Kalau warga Kampung Cumbi dan Kampung Kenari membawa hasil kebun ke Kampung Warloka bukan menjual lalu dapat uang, melainkan dengan cara barter.

Hah, hari gini masih ada barter!

Betul Wonderer. Di Desa Warloka, yang letaknya di seberang Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, ini masih mempertahankan transaksi barter. Berada di kampung ini terasa kembali ke masa lampau.

Namun, warga Desa Warloka bisa menjual hasil bumi dan laut untuk mendapatkan uang di Pasar Warloka.

Konon, desa-desa yang berada di wilayah Manggarai Barat sudah sulit ditemukan transaksi barter. Desa Warloka menjadi satu-satunya desa yang masih mempertahankan cara lama ini.

Oleh sebab itu, menarik nih bagi Wonderer yang ingin melihat bagaimana masyarakat Indonesia masih ada yang bertransaksi dengan barter.

Bagi Wonderer yang ingin melihat wilayah Desa Warloka bisa melihat peta di sini.