Pura Ulun Danu Beratan, Wisata Sejarah dan Danau nan Indah
Share
Share
Share

Pura Ulun Danu Beratan, Wisata Sejarah dan Danau nan Indah

06 October 2020 By Tomy Tresnady

Share
Share
Share

Pura Ulun Danu Beratan (Foto: Nick Fewings / Unsplash)

Kalau Wonderer sudah bosan mengunjungi destinasi di wilayah selatan Bali, coba deh sekali-kali melakukan traveling ke arah utara. Kamu akan disuguhkan alam pegunungan yang sejuk.

Ada destinasi yang menarik salah satunya Pura Ulun Danu Beratan yang berada di tepi danau Beratan, Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturuti, Kabupaten Tabanan.

Lokasi Pura Ulun Danu Beratan berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl) sehingga terasa hawa pegunungan yang sejuk.

Wonderer mungkin akan takjub ketika masuk kawasan Danau Beratan, melihat sisi kiri berdiri Masjid Al-Hidayah dengan bangunan cukup besar. Sehingga, warga Muslim yang berkunjung ke Pura Ulun Danu Beratan bisa dengan mudah mendapat makanan halal. 

Ketika kamu melihat seberang Masjid Al-Hijayah, Pura Ulun Danu Beratan sudah bisa terlihat jelas. Menurut cerita, nama Bedugul berasal dari bedug dan kul-kul.

Bedug sendiri alat musik musik tabuh dan menjadi instrumen musik tradisional yang berusia ribuan. Kalau di Indonesia, bedug bisa kita jumpai di setiap masjid dan alat ini dibunyikan ketika datang waktu salat.

Sedangkan Kul-kul merupakan kentongan yang digunakan sebagai tanda untuk komunikasi masyarakat Bali.

Dari penjabaran Bedugul saja sudah bisa digambarkan kehidupan masyakarat Hindu dan Islam hidup berdampingan di kawasan tersebut.

Pura Ulun Danu Beratan merupakan pura kuno dan bagian dari kerajaan Bali jaman dulu, hal itu dimuat dalam lontar Babad Mengwi bahwa ada dua artefak: sarkopagus dan papan batu yang berasal dari era Megalitikum yang konon berasal dari tahun 500 SM. Kedua artefak tersebut masih tersimpan dalam pura.

Pura Ulun Danu Beratan memiliki 5 buah komplek pura dan satu stupa Budha. Jadi, pura ini juga terdapat akulturasi budaya Hindu dengan Budha.

Lima komplek pura yang berada dalam Pura Ulun Danu Beratan, yakni pura Penataran Agung (menjadi tempat pemujaan Tri Purusha Siwa yaitu Dewa Siwa, Sadha Siwa dan Parama Siwa), Pura Dalem Purwa (stana Bhatari Durga dan Dewa Ludra, Pura Taman Beji (tujuan upacara melasti dan memohon Tirta amertha), Pura Lingga Petak (terletak di tengah danau sebagai sumber utama air dan kesuburan sebagai stana Dewi Sri dan Pura Prajapati sebagai stana Dewi durga).

Pura Ulun Danu Beratan juga menggelar upacara keagamaan terbesar dilakukan saat odalan atau pujawali yang bertepatan pada hari Selasa (anggara) Kliwon wuku Julungwangi setiap 6 bulan sekali atau 210 hari sekali dalam kalender Bali.

Di hari-hari tertentu seperti purnama, tilem dan hari raya besar Hindu lainnya, banyak warga Hindu yang datang melakukan acara persembahyangan bersama, termasuk juga menjadi tujuan upacara Melasti dan Ngegara Gunung sebagai rangkaian Ngaben.

Di dalam kawasan Pura Ulun Danu Beratan juga tersedia beberapa spot bagus yang fotoable, sehingga para pemburu selfie tak akan mati gaya ketika liburan di sini.  

Selain wisata sejarah, Wonderer juga bisa menikmati wisata air danau dengan menyewa motor boat. Kamu bisa merasakan keseruan bermain di air.

Danau Beratan sebetulnya punya kembaran, yakni Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Ketiga Danau tersebut letaknya berdekatan dan terbentuk setelah terjadi letusan Gunung Lesung. Letusan tersebut membentuk kaldera dan terbentuklah tiga danau kembar itu. 

Jarak Denpasar ke Pura Ulun Danu sekitar 52,6 km dan perjalanan mobil lewat Jalan Denpasar-Singaraja membutuhkan waktu sekitar 1 jam 20 menit.

Kamu bisa melihat lokasi Pura Ulun Danu melalui map di sini.