Menyapa Sang Primata Terkecil, Tarsius di Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus
Share
Share
Share

Menyapa Sang Primata Terkecil, Tarsius di Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus

15 December 2020 By eric theo

Share
Share
Share

Wonderer sudah pasti tidak akan kehabisan destinasi saat berwisata ke Sulawesi Utara. Bumi Kawanua memiliki ragam destinasi yang kaya mulai dari bawah laut Bunaken hingga puncak Gunung Klabat, dari putihnya pasir di Pantai Paal hingga hijaunya pepohonan di Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus. 

Bagi para pecinta pesisir, tak ada salahnya untuk sejenak rehat dari tepian pantai. Arahkan tujuan ke Taman Nasional Tangkoko untuk menghirup udara segar di hutan. Jika beruntung Wonderer dapat menyapa Tarsius, hewan lucu yang menjadi primata terkecil di dunia.

Lokasi paling umum untuk menyapa Tarsius adalah Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih yang merupakan bagian dari Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus. Tak hanya sati taman wisata alam, disini juga terdapat juga TWA Batuangus. Kamu tinggal pilih mana yang mau disambangi. Secara administratif, cagar alam ini masuk ke wilayah Kota Bitung. 

Diperlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Manado hingga ke Kawasan TWA Batuputih, diperkirakan waktu tempuh yang sama juga berlaku jika Wonderer bertolak dar Likupang. Alternatif lainnya adalah dengan moda transportasi air menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Kota Bitung.

Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus merupakan rumah bagi banyak hewan langka. Yang menjadi ikon kawasan ini adalah Tarsius atau Tangkasi dalam bahasa lokal, primata mini yang besar tubuhnya hanya sekepalan tangan. Tarsius merupakan hewan endemik Asia tenggara, habitatnya tersebar di Filipina dan Indonesia namun disinyalir bahwa populasi terbesar berada di Sulawesi.

Sekilas Tarsius mirip dengan kukang namun berukuran lebih kecil dan bertelinga besar dan berekor panjang. Untuk bertemu dengan hewan ini, Wonderer harus menjelajah hutan yang menjadi bagian Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus.

Meski Tarsius merupakan hewan Nokturnal yang beraktivitas di malam hari, bukan berarti kamu hanya bisa menemuinya saat hari sudah gelap. Di siang hari, Wonderer juga bisa kok bertemu hewan kecil yang menggemaskan ini namun sebaiknya datang di pagi hari. Alam Tangkoko menyuguhkan keindahan yang berlebih sesaat setelah matahari terbit.

Karena vegetasinya masih cukup rapat, sebaiknya Wonderer didampingi oleh pemandu yang sudah mengenal akrab kawasan Tangkoko. Pemandu juga akan memberitahumu beberapa hewan unik lain yang menjadi penghuni cagar alam ini, seperti; Yaki atau monyet hitam Sulawesi, burung maleo, babi hutan, burung rangkong dan banyak lagi. 

Selain hutan, Kawasan TWA Batuputih dan TWA Batuangus juga memiliki pantai. Uniknya tak ada pasir putih di sini karena yang ada pasir kehitaman dan pantai yang dihiasi oleh kerikil, berbeda dari pantai-pantai yang ada di Likupang maupun Manado. Meski begitu pemandangannya juga tak kalah keren lho!

 

Setelah Cagar Alam Gunung Tangkoko Batuangus, kira-kira sisi Bumi Kawanua mana lagi yang akan kita jelajahi? (YP)

Daftar Travel Agen terbaik ke Kota bitung

Komentar

Silahkan Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Login