Alam dan Sejarah, Komposisi Apik Menikmati Liburan di Morotai
Share
Share
Share

Alam dan Sejarah, Komposisi Apik Menikmati Liburan di Morotai

28 January 2021 By eric theo

Share
Share
Share

Morotai, namanya mulai melambung dalam beberapa tahun terakhir. Destinasi Wisata di Indonesia Bagian Timur ini memiliki banyak pesona. Bumi Morotai menyimpan banyak kejutan bagi siapa saja yang ingin menjelajahinya, baik di daratan maupun di dalam lautan.

Jika Wonderer sedang mencari inspirasi destinasi wisata yang tak biasa, mengapa juga tak memasukan Morotai ke dalam daftar harapan. Namun sebelum bertolak ke sana, sebaiknya kamu menyimak informasi di bawah ini;

 

Merupakan salah satu pulau terluar

Secara administratif seluruh destinasi yang ada disini masuk pada Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Sebelum tahun 2008 wilayah ini merupakan bagian dari Kabupaten Halmahera Utara. Morotai terletak di sisi utara Pulau Halmahera yang menjadi pulau utama di Provinsi Maluku Utara.

Hampir tak ada pulau lain di sisi utara Morotai, pulau ini berhadapan langsung dengan samudera pasifik yang menghubungkannya langsung pada sisi selatan Filipina dan Republik Palau, Negara kecil di pasifik. Lokasi geografis ini yang menjadikan Morotai sebagai salah satu pulau terluar di Indonesia.

 

Menjadi saksi bisu perang dunia II

Lokasi Morotai sangat strategis, Morotai pernah menjadi basis militer bagi tentara Jepang sekaligus sekutu Amerika saat perang dunia II sat berseteru di lautan pasifik memperbutkan Filipina. Tak aneh jika hampir di setiap sudut pulau in terdapat artefak peninggalan masa lampau, mulai dari peralatan makan hingga tank baja. Peninggalan sejarah juga terbaring di dasar lautan di sekitar Morotai. Para penyelam dapat berenang di antara puing pesawat tempur dan kapal yang karam. 

 

Memiliki 28 titik selam

Morotai menjadi salah satu surga bawah air Indonesia dengan 28 titik selam, tersebar di sekitar 33 pulau yang menjadi wilayah Kabupaten Pulau Morotai. Artefak sisa perang dunia II menjadi tujuan wisata selam yang tak biasa. Keindahan biota lautnya pun tak kalah mempesona. Tak hanya terumbu karang dan ikan cantik yang berenang hilir-mudik, Wonderer pun bisa menyapa langsung Hiu Sirip Hitam yang menjadi fauna khas laut Morotai.

 

Bukan untuk wisata singkat

Morotai tak cocok bagi wisatawan yang hanya menghabiskan satu atau dua malam untuk berlibur. Alam dan kekayaan sejarah di Morotai tak cocok dinikmati dengan tergesa-gesa. Selain itu perjalanan menuju Morotai tidak lah mudah. 

Tak banyak penerbangan yang mendarat di Banda Udara Leo Wattimena atau yang juga di kenal dengan Bandara Pitu. Hanya ada jadwal beberapa penerbangan dari Manado maupun Ternate, itu pun tidak dilakukan setiap hari. Wonderer yang ingin tiba di Morotai menggunakan moda trasnportasi udara harus mempertimbangkan betul jadwal perjalananmu.

Morotai juga dapat diakses melalui moda transportasi laut. Pelayaran langsung dilayani dari Pelabuhan Kota Ternate dan Pelabuhan yang ada di Tobelo. Moda in bisa menjadi jalur alternatif bagi wisatawan yang ingin ke Morotai.


Dikembangkan menjadi destinasi prioritas 

Sejak tahun 2014 Morotai telah ditetapkan ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, selain itu tpulai cantik ini juga digadang menjadi destinasi prioritas yang diproyeksikan ke dalam “10 Bali Baru”. Program dan predikat ini membawa Morotai kepada pembangunan di segala sektor, seolah membawa banyak harapan tak hanya bagi masyarakat di sana termasuk juga para calon wisatawan..

 

Keindahan Morotai membuat siapa saja akan jatuh cinta, sejarahnya pun memiliki nilai berharga, kombinasi ini menjadikan Morotai selalu besinar tak aneh jika pulau ini disebut dengan Mutiara di bibir pasifik. (YP)