Belajar Soal Batak di Museum Batak Tepi Danau Toba
Share
Share
Share

Belajar Soal Batak di Museum Batak Tepi Danau Toba

06 December 2020 By eric theo

Share
Share
Share

Jalan-jalan sambil wisata sejarah tentu bukan hal asing lagi. Apalagi kalau tempat tersebut memang sarat dengan kejadian di masa lampau. Banyak “konon” yang sering terdengar berseliweran bisa ditemukan jawabannya dengan cara mempelajari sejarah dan fakta apa yang terjadi pada zaman dahulu.

Di kawasan Danau Toba, tempat untuk mencari jawaban soal hal ihwal mengenai suku Batak salah satunya terdapat di TB Silalahi Center dan Museum Batak.

Kompleks berisi museum dan pusat studi ini terletak di bagian selatan Danau Toba, tepatnya di Jl. DR. TB Silalahi SH. No. 88, Desa Pagarbatu, Balige, Kabupaten Toba Samosir. Lokasinya tidak jauh dari Bukit Tarabunga yang tersohor itu.

Jika Wonderer mendarat di Bandar Udara Silangit, Siborong-borong, tempat ini bisa kamu jadikan persinggahan pertama sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Samosir dan sekitarnya. Letaknya hanya 16 km dari Bandara Silangit atau 30 menit perjalanan darat dan 3 km dari Pelabuhan Balige.

Kompleks yang diresmikan pada tahun 2011 ini dibangun oleh tokoh Batak yakni Tiopan Bernhard (TB) Silalahi, tujuannya untuk menjaga dan merawat nilai-nilai budaya Batak.

Di dalam kompleks ini, terdapat Museum TB Silalahi yang menampilkan barang-barang serta informasi mengenai riwayat hidup TB Silalahi dan juga Museum Batak yang menampilkan koleksi artefak serta informasi tentang sejarah Batak.

Museum Batak sendiri dianggap sebagai simbol persatuan dari enam puak atau sub-etnis Batak, yakni Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Mandailing, Batak Angkola, Batak Pakpak/Dairi, dan Batak Karo.

Terbagi atas tiga lantai, di lantai dasar terdapat ruang pamer terbuka. Di sini Wonderer bisa melihat berbagai patung tradisional Batak. Naik ke lantai dua, terdapat pelataran besar dengan pemandangan Danau Toba di depan. Di lantai ini terdapat daya tarik utama dari Museum Batak, yakni patung perunggu Si Raja Batak setinggi tujuh meter. Patung ini merupakan simbol dari nilai-nilai tradisional Batak sekaligus menggambarkan karakter orang Batak secara fisik serta silsilah marga Batak.

Selain patung Si Raja Batak, lantai dua serta lantai tiga juga merupakan area pamer utama di mana Wonderer dapat melihat berbagai koleksi utama dari museum ini. Koleksi berupa artefak dalam bentuk kain tenun batak atau Ulos, perhiasan, naskah-naskah kuno, senjata tradisional, alat-alat bertani, dan alat musik, serta segala macam informasi mengenai suku Batak. Di luar gedung museum, terdapat komplek desa Huta Batak yang berisi replika rumah-rumah Batak.

Dengan koleksi yang lengkap dan tempat yang strategis untuk dikunjungi, rasanya wisata ke kawasan Danau Toba tidak hanya diisi dengan senang-senang semata tapi juga wawasannya bertambah. Berangkat kita? (HA)

Daftar Travel Agen terbaik ke

Komentar

Silahkan Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Login